BUKAN MENYEMBAH TAPI MENGHORMATI.
Pertimbangkanlah ini. Ketika Israel menyembah Baal Peor (dalam kisah kitab Hosea 9:10) atau ketika Filistin menyembah Dagon (baca kitab kitab Hakim hakim 16:3) mereka pasti berkata bahwa kami tidak menyembah berhala tapi menyembah Tuhan. Niat mereka tentu menyembah Tuhan tapi sesat. Salah sembah. Baal Peor bukan Tuhan asli. Demikian juga Dagon. Lalu bagaimana dengan Sang SWT Allah Nabi Muhammad ini? Apakah dia Tuhan yang asli?
Jika orang bertanya kepada muslim,
“Mengapa muslim menyembah Allah tapi sujud nya ke arah batu hitam?” maka muslim dengan pede menjawab "Kami tidak menyembah tapi menghormati saja”
Kalau ditanya “Kenapa perlu menghormati Batu Hitam itu?” maka Muslim akan menjawab “Tidak ada hukum wajib untuk itu"
Kalau ditanya “Kalau tidak ada hukum wajib, kenapa 5 kali sehari menghadap batu Hitam itu? Maka akan dijawab “Kami tidak menyembah tapi menghormati saja”. Begitu terus.
Sembari berkata demikian, beberapa Muslim – untuk member tekanan kepada yang bertanya - bersumpah-sumpah bahwa dia tidak menyembah itu dan sembari mengkafirkan muslim lain yang menyembah batu hitam tsb ia berkata "Saya tidak Menyembah Batu Hitam di Mekkah itu tapi hanya menyembah Tuhan kearah Mekkah"
Meskipun muslim bersumpah-sumpah tidak menyembah berhala, tapi cara penyembahan itu tidak merubah fakta bahwa Muslim telah menyembah berhala, bukan?
Apa pembandingya? Kalau kita melihat kaum pagan menyembah dewanya, mereka juga berkata menyembah Tuhan. Seperti Ketika Israel menyembah Baal Peor (dalam kisah kitab Hosea 9:10) mereka pasti berkata bahwa kami tidak menyembah berhala tapi menyembah Tuhan. Atau ketika Filistin menyembah Dagon (baca kitab kitab Hakim hakim 16:3) mereka pasti berkata bahwa kami tidak menyembah berhala tapi menyembah Tuhan
Pertimbangkanlah ini. Ketika Israel menyembah Baal Peor (dalam kisah kitab Hosea 9:10) atau ketika Filistin menyembah Dagon (baca kitab kitab Hakim hakim 16:3) mereka pasti berkata bahwa kami tidak menyembah berhala tapi menyembah Tuhan. Niat mereka tentu menyembah Tuhan tapi sesat. Salah sembah. Baal Peor bukan Tuhan asli. Demikian juga Dagon. Lalu bagaimana dengan Sang SWT Allah Nabi Muhammad ini? Apakah dia Tuhan yang asli?
Jika orang bertanya kepada muslim,
“Mengapa muslim menyembah Allah tapi sujud nya ke arah batu hitam?” maka muslim dengan pede menjawab "Kami tidak menyembah tapi menghormati saja”
Kalau ditanya “Kenapa perlu menghormati Batu Hitam itu?” maka Muslim akan menjawab “Tidak ada hukum wajib untuk itu"
Kalau ditanya “Kalau tidak ada hukum wajib, kenapa 5 kali sehari menghadap batu Hitam itu? Maka akan dijawab “Kami tidak menyembah tapi menghormati saja”. Begitu terus.
Sembari berkata demikian, beberapa Muslim – untuk member tekanan kepada yang bertanya - bersumpah-sumpah bahwa dia tidak menyembah itu dan sembari mengkafirkan muslim lain yang menyembah batu hitam tsb ia berkata "Saya tidak Menyembah Batu Hitam di Mekkah itu tapi hanya menyembah Tuhan kearah Mekkah"
Meskipun muslim bersumpah-sumpah tidak menyembah berhala, tapi cara penyembahan itu tidak merubah fakta bahwa Muslim telah menyembah berhala, bukan?
Apa pembandingya? Kalau kita melihat kaum pagan menyembah dewanya, mereka juga berkata menyembah Tuhan. Seperti Ketika Israel menyembah Baal Peor (dalam kisah kitab Hosea 9:10) mereka pasti berkata bahwa kami tidak menyembah berhala tapi menyembah Tuhan. Atau ketika Filistin menyembah Dagon (baca kitab kitab Hakim hakim 16:3) mereka pasti berkata bahwa kami tidak menyembah berhala tapi menyembah Tuhan