=Kibulan ke-8: "Awloh/Jibril sebenarnya sanggup, tapi....."=
Kita yang masih Islam kerap tidak menyadari kalau kita juga dikibuli Muhammad dengan kibulan model ke-8 ini, yaitu:
1) Sebenarnya Awloh sanggup melakukan ini-itu, tapi karena alasan ini-itu maka awloh tak mau melakukannya."
2) Sebenarnya Jibril sanggup begini-begitu, tapi karena alasan ini-itu maka Jibril mengurungkan niatnya."
Contoh:
Ada kisah sewaktu Muhammad singgah di sebuah kota bernama Thaif.
Apa yang beliau terima di sana? Bukan sambutan ucapan syahadat, tetapi lemparan batu sehingga beliau terluka. Malaikat Jibril menawarkan bahwa jika Muhammad menginginkan maka bisa saja kota Thaif dijungkirbalikkan. Apa yang dilakukkan oleh Muhammad? Beliau justru mendoakan orang Thaif! Muhammad melarang Jibril melakukan itu karena Muhammad SUAYANG kepada orang-orang Thaif.
Ada lagi satu kisah:
Suatu saat Muhammad diuji oleh orang-orang Quraish dengan mujizat sesuai keinginan mereka. Mereka meminta Muhammad mengubah bukit Shafa menjadi emas. Lalu Muhammad beralasan: "Sebenarnya aku bisa meminta awloh melakukan itu untukku, tapi ada syaratnya: Kalau kalian tetap kafir setelah melihat mujizatku, maka awloh akan meng-azab kalian. Maka dari itu, demi kecintaanku kepada kalian, maka aku mohonkan kepada awloh agar tidak memenuhi permintaan kalian."
Bagi orang-orang bodoh, kibulan-kibulan semacam itu tidak terasa dalam nalar mereka sebagai kibulan, melainkan sebagai "UCAPAN yg LAYAK DIPERCAYA". "SEMUA OMONGAN MUHAMMAD, walau seperti ngibul, HARUS DIPERCAYA, karena dia nabi."
Inilah KIBULAN KE-8:
"Sebenarnya awloh sanggup, tapi ......."
"Sebenarnya Jibril mau melakukan begini...., tapi......"
Kibulan ke-8 ini adalah salah satu dari kibulan-kibulan Muhammad yang bertujuan untuk menutupi KEFIKTIFAN AWLOH rekaannya.
Seperti seorang kakak membohongi adiknya yang masih belum cukup akalnya, seperti itulah Muhammad menipu muslim.
Kita yang masih Islam kerap tidak menyadari kalau kita juga dikibuli Muhammad dengan kibulan model ke-8 ini, yaitu:
1) Sebenarnya Awloh sanggup melakukan ini-itu, tapi karena alasan ini-itu maka awloh tak mau melakukannya."
2) Sebenarnya Jibril sanggup begini-begitu, tapi karena alasan ini-itu maka Jibril mengurungkan niatnya."
Contoh:
Ada kisah sewaktu Muhammad singgah di sebuah kota bernama Thaif.
Apa yang beliau terima di sana? Bukan sambutan ucapan syahadat, tetapi lemparan batu sehingga beliau terluka. Malaikat Jibril menawarkan bahwa jika Muhammad menginginkan maka bisa saja kota Thaif dijungkirbalikkan. Apa yang dilakukkan oleh Muhammad? Beliau justru mendoakan orang Thaif! Muhammad melarang Jibril melakukan itu karena Muhammad SUAYANG kepada orang-orang Thaif.
Ada lagi satu kisah:
Suatu saat Muhammad diuji oleh orang-orang Quraish dengan mujizat sesuai keinginan mereka. Mereka meminta Muhammad mengubah bukit Shafa menjadi emas. Lalu Muhammad beralasan: "Sebenarnya aku bisa meminta awloh melakukan itu untukku, tapi ada syaratnya: Kalau kalian tetap kafir setelah melihat mujizatku, maka awloh akan meng-azab kalian. Maka dari itu, demi kecintaanku kepada kalian, maka aku mohonkan kepada awloh agar tidak memenuhi permintaan kalian."
Bagi orang-orang bodoh, kibulan-kibulan semacam itu tidak terasa dalam nalar mereka sebagai kibulan, melainkan sebagai "UCAPAN yg LAYAK DIPERCAYA". "SEMUA OMONGAN MUHAMMAD, walau seperti ngibul, HARUS DIPERCAYA, karena dia nabi."
Inilah KIBULAN KE-8:
"Sebenarnya awloh sanggup, tapi ......."
"Sebenarnya Jibril mau melakukan begini...., tapi......"
Kibulan ke-8 ini adalah salah satu dari kibulan-kibulan Muhammad yang bertujuan untuk menutupi KEFIKTIFAN AWLOH rekaannya.
Seperti seorang kakak membohongi adiknya yang masih belum cukup akalnya, seperti itulah Muhammad menipu muslim.