Skip to main content

Tingkatan cara berpikir Islam/Muslim dalam berpendapat


>>Mengenal segala sesuatu dengan banyak pertanyaan membantah dan membuat kesimpulan tetap pada pembelaannya tetapi bukan pada hakekat yang sebenarnya,inilah yang disebut dengan KEBENARAN ADALAH HAL YANG BENAR TANPA PEMBENARAN;artinya dengan jerih payah membuat bantahan dan pembelaan;yang namanya KEBENARAN adalah hal mutlak dalam suatu pembuktian fakta tentang kebenaran itu sendiri.

>>Membaca kitab tanpa tahu dan mengerti arti dari keseluruhan ayat yang dibacanya dalam pengertian yang GLOBAL bisa dipahami bahwa tingkatan seperti ini seperti sebuah pohon dengan kemandulannya tanpa buah dimusim menuai,dengan kata lain tingkatan seperti ini berada pada KRISIS INTELEGENSI terbatas mengetahui mana hal yang perlu dikatakan secara tegas dan dan jujur dan mana hal yang tidak memerlukan PEMBENARAN dalam menyatakan KEBENARAN untuk yang hal yang BENAR.


>>Pemahaman berpendapat dengan apa yang menjadi pegangan/prinsip tanpa perlu melihat hal-hal/fakta-fakta lain sebagai suatu metode perbandingan atas kebenaran suatu perkara adalah sesuatu barang yang tidak bisa ditawar dan menjadikan sudut pandang ini seperti melihat dengan KACAMATA KUDA.Pada level tingkatan seperti ini Islam/Muslim berada pada titik dimana sejarah dengan segala fakta yang ada bukan hakekat yang sebenarnya yang menghantar kepada suatu KEBENARAN tetapi sistem dilematis yang berkepanjangan.



>>Dalam suatu pencarian tentang fakta sejarah dan kebenarannya pada level/tingkatan seperti ini sering kali Islam/Muslim dimabuk kepayang oleh landasan yang dibuatnya untuk LANDING pada suatu zona aman,yang sebenarnya suatu paradigma kosong tanpa sebab mengapa berada pada landasan yang lama seperti terlihat berdiri sendiri dengan kata lain suatu metode yang telah dulu ada dengan dasar modifikasi.



>>Pada level/tingkatan ini membuat Islam/Muslim bangga dengan ketiadaannya pengetahuan dari suatu pemahaman kosong lagi buta akan asal usul dari mana kebenaran itu berasal atau dengan kata lain seperti pahlawan kesiangan yang datang dari negeri dongeng dengan sejumlah karangan yang menghibur seakan-akan mendapat tempat dari kesaksiannya yang pada kenyataannya berada posisi yang gamang.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar