Judul : Kibulan ke-7: Kentut itu ada, bukti Awloh ada
link : Kibulan ke-7: Kentut itu ada, bukti Awloh ada
Kibulan ke-7: Kentut itu ada, bukti Awloh ada
=Kibulan ke-7: Kentut itu ada, bukti Awloh ada=Kibulan ke-7 ini, sebenarnya bukan datang dari Muhammad, melainkan dari para penerusnya yang hendak mengkibuli kita kalau awloh itu ada.
Salah satu contoh penerapan KIBULAN KE-7:
Bukti Adanya Allah
Atheis: Perlihatkan bukti keberadaan Robbmu kalau memang dia ada
Abu Hanifah ra berbisik kepada khadamnya agar mengambil tanah liat, lalu dilemparkannya tanah liat itu ke kepala pemimpin orang atheis itu . Para hadirin gelisah melihat peristiwa itu, khawatir terjadi keributan, tetapi Abu Hanifah menjelaskan bahwa hal ini dalam rangka untuk menjelaskan jawaban yang di minta kepadanya. Hal ini membuat orang atheis mengenyitkan dahi,
Abu Hanifah: Apakah lemparan itu menimbulkan rasa sakit di kepala anda?
Atheis: Ya, tentu saja.
Abu Hanifah: Dimana letak sakitnya?
Atheis: Ya, ada pada luka ini.
Abu Hanifah: Tunjukkanlah padaku bahwa sakitnya itu memang ada, baru akan menunjukkan kepadamu dimana Robbku!
Orang atheis itu tidak menjawab tentu saja tidak bisa menunjukkan rasa sakitnya, karena itu adalah suatu rasa dan ghaib tapi rasa sakit itu memang ada.
Atheis: Baik dan buruk sudah ditakdirkan sejak azal, tetapi kenapa ada pahala dan siksa?
Abu Hanifah: Kalau anda sudah mengerti bahwa baik dan buruk itu bagian takdir, mengapa anda kini menuntut aku agar di hukum karena melempar tanah liat ke dahi anda? bukankah perbuatan itu bagian dari takdir?
Akhirnya perdebatan itu berakhir dengan masuk Islamnya para atheis tersebut di tangan Al Imam abu hanifah radhiallahu.
Bagi orang yang masih Islam, mungkin contoh pembuktian Awloh di atas dianggap SANGAT BAIK SEKALI dan tak terbantahkan.
Tapi tidak sadarkah kita, kalau orang-orang penyembah Zeus, Panjul, dsb juga bisa memakai cara di atas untuk membuktikan sosok sembahan mereka ada?
Itu adalah bentuk KIBULAN KE-7, di mana seorang muslim memakai STANDAR UMUM untuk membuktikan keberadaan awlohnya.
Memang, kalau kita ingin membuktikan Tuhan yang adikodrati dan tak terlihat itu ADA, satu-satunya cara adalah memakai analogi seperti di atas, dan bisa juga kita menggantinya dengan "PIKIRAN", "NYAWA", "BAU KENTUT", dst. yang semuanya itu TIDAK TERLIHAT namun ADA.
Tapi kalau kita ingin membuktikan "tuhan secara spesifik", contohnya Tuhan Arab bernama Awloh itu apakah BENAR ADA atau TIDAK, kita tidak bisa memakai cara seperti itu.
TUHAN ITU MEMANG ADA, tapi benarkah TUHAN itu adalah TUHANNYA ARAB yang bernama Awloh? Ini mesti kita buktikan dengan cara-cara yang khusus dan spesifik pula sehingga hal-hal yang ditunjukkan itu mengarah kepada Tuhannya Arab.
Kalau kita mengatakan: "Kau ingin tahu Awloh itu ada? Nah, coba kau buktikan dulu, apakah kau punya PIKIRAN? Kalau kau punya pikiran, coba kamu tunjukkan PIKIRAN-mu padaku supaya aku bisa melihat dan menyentuhnya."
Maka itu penipuan. PIKIRAN kita ada tidaklah menjadi bukti kalau tuhan bernama Awloh itu ada. Kalau awloh ingin diakui ada, maka pada masa ketika dia diorbitkan itulah ia harus pernah terindikasi ADA. Bagaimana Muhammad bisa teriak-teriak, "awloh itu ADA" kalau semasa hidupnya yang menjadi awloh itu DIRINYA SENDIRI & PARA JIHADIS?
Demikianlah Artikel Kibulan ke-7: Kentut itu ada, bukti Awloh ada
Sekianlah artikel Kibulan ke-7: Kentut itu ada, bukti Awloh ada kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.
Anda sekarang membaca artikel Kibulan ke-7: Kentut itu ada, bukti Awloh ada dengan alamat link https://religius-islam.blogspot.com/2013/12/kibulan-ke-7-kentut-itu-ada-bukti-awloh.html