SALAH SATU KENIKMATAN DAN KEINDAHAN ISLAM ADALAH MENGANJURKAN LELAKI UNTUK MENIKAHI ANAK KECIL YANG BERUMUR ENAM TAHUN | جمع من الإلهام والحافز الإسلامي: SALAH SATU KENIKMATAN DAN KEINDAHAN ISLAM ADALAH MENGANJURKAN LELAKI UNTUK MENIKAHI ANAK KECIL YANG BERUMUR ENAM TAHUN
Custom Search
"Tunjukilah kami jalan yang lurus ... " (Al Fatihah 6)
Sabda Isa kepadanya, "Akulah jalan Yang Lurus ... " (Injil, Rasul Yahya 14:6)

Selasa, 10 Desember 2013

Filled Under:

SALAH SATU KENIKMATAN DAN KEINDAHAN ISLAM ADALAH MENGANJURKAN LELAKI UNTUK MENIKAHI ANAK KECIL YANG BERUMUR ENAM TAHUN


جمع من الإلهام والحافز الإسلامي - SALAH SATU KENIKMATAN DAN KEINDAHAN ISLAM ADALAH MENGANJURKAN LELAKI UNTUK MENIKAHI ANAK KECIL YANG BERUMUR ENAM TAHUN Update Lagi Nih sodara Muslimin Dan Muslimat, Tentang SALAH SATU KENIKMATAN DAN KEINDAHAN ISLAM ADALAH MENGANJURKAN LELAKI UNTUK MENIKAHI ANAK KECIL YANG BERUMUR ENAM TAHUN. Untuk Sahabat Sekeyakinan Yang sedang Mencari SALAH SATU KENIKMATAN DAN KEINDAHAN ISLAM ADALAH MENGANJURKAN LELAKI UNTUK MENIKAHI ANAK KECIL YANG BERUMUR ENAM TAHUN, Mungkin SALAH SATU KENIKMATAN DAN KEINDAHAN ISLAM ADALAH MENGANJURKAN LELAKI UNTUK MENIKAHI ANAK KECIL YANG BERUMUR ENAM TAHUN Ini bermanfaat Buat Anda. Monggo Dilihat SALAH SATU KENIKMATAN DAN KEINDAHAN ISLAM ADALAH MENGANJURKAN LELAKI UNTUK MENIKAHI ANAK KECIL YANG BERUMUR ENAM TAHUN di bawah Ini Agar Lebih Jelas Tau Tentang Agama kita Yang sangat Kita Cinta Dan Kita Puji-puji ini.

SYEKH PUJI ADALAH MUSLIM SEJATI, SEBAB DIA MENIKAHI ANAK KECIL!





By: Ustadz Abi Fajry Faisol Tantowi!

Di sini ana (Penulis) ingin menberitahukan bahwasanya Islam itu amat Nikmat wa Indah, betapa bodohnya orang kafir itu, apalagi ummat Nasrani wa ummat Yahudi.

Islam itu nikmat banget, boleh memiliki isteri lebih dari satu, boleh mengawini anak yang masih kecil, masabodoh orang-orang kafir (orang-orang non Muslim) mau bilang apa terhadap Muslim, namun yang jelas sungguh nikmat bermain cinta dengan anak kecil itu.

Wal artikel di bawah ini ialah salah satu bukti bahwa kita boleh mengawini anak kecil. Sesungguhnya ana pengaggum Syekh Puji RHM (Rahimahumullah = Semoga Allah merahmatinya!).
Dan saat kita mati, kita akan disediakan oleh Allah -’Azza Wa Jalla- bidadari-bidadari cantik yang akan melayani kita setiap saat, dan kita boleh melakukan apapun kepada bidadari-bidadari tersebut. Subhanallah!, Mahasuci Allah!, betapa nikmatnya ajaran Islam itu.

Didalam Hadits shahih berikut, Nabi Muhammad Rasulullah SAW menceritakan secara rahasia pada ‘Aisyah bahwa Rasulullah SAW bermimpi tentang ‘Aisyah sebelum meminta ayahanda ‘Aisyah RA (Abu Bakar Siddiq RA) untuk memperistrinya. (Shohih Bukhari: 9140).

Diriwayahkan oleh Ummul Mu’minin, ‘Aisyah: Nabi Allah SAW berkata padaku: “Kau ditampakkan padaku dua kali (dalam mimpiku) sebelum aku menikahimu. Aku melihat seorang malaikat membawamu dalam kain sutra, dan aku berkata padanya: ‘Singkapkan dia!’, dan lihatlah, tampaklah engkau. Aku berkata (pada diriku sendiri): ‘Jikalau ini dari Allah, maka ini harus terjadi.’ Maka kau ditunjukkan padaku, malaikat membawamu dengan sehelai kain sutra, dan aku berkata (pada malaikat): ‘Singkapkan dia!’, dan terlihat tampaklah engkau. Aku berkata (pada diriku sendiri): ‘Jika ini dari Allah, maka ini harus terjadi’!’. (Shahih Bukhari Volume 7, Buku 62, Nomor 90).

‘Aisyah RA berkata: “Ketika Rasulullah SAW menikahiku, ibu ku datang kepadaku dan membawaku masuk ke dalam rumah Rasulullah SAW dan tidak ada yang mengagetkanku selain kedatangan Rasulullah Saw kepadaku ketika di pagi hari.” (Shahih Bukhari Volume 8, Buku 73, Nomor 151).

‘Aisyah RA berkata: “Aku biasa bermain dengan boneka-boneka ku di depan Nabi Muhammad SAW dan teman-teman perempuan ku juga biasa bermain bersamaku. Kalau Rasulullah SAW masuk ke dalam (tempat tinggal ku) mereka lalu bersembunyi, kemudian Rasulullah SAW memanggil mereka untuk bergabung dan bermain bersamaku. (Bermain dengan boneka-boneka atau bentuk-bentuk yang serupa itu dilarang, tapi dalam kasus ini diizinkan sebab ‘Aisyah saat itu masih kecil (anak kecil), belum mencapai usia pubertas)!”. (Fathul Bari halaman 143, Volume 13).

‘Aisyah RA melaporkan bahwa Rasulullah SAW menikahinya ketika ia berusia tujuh tahun, dan ia (Muhammad) membawanya ke rumahnya sebagai pengantin ketika ia berusia sembilan tahun, dan boneka-boneka nya dibawanya, dan ketika ia (Rasulullah) wafat, ia (‘Aisyah RA) berusia delapanbelas tahun. (Kitab Shahih Muslim Buku 008, Nomor 3327).

Dinyatakan ‘Aisyah sang Ummul Mu’minin RA: “Rasulullah Saw menikahiku ketika aku berusia enam atau tujuh tahun. Ketika kami tiba di Madinah, beberapa wanita datang, (Menurut Bishr: Ummu Ruman datang) kepadaku ketika aku sedang bermain ayunan. Mereka memandangku; mempersiapkanku; dan mendandaniku. Kemudian aku dibawa ke hadapan Rasulullah SAW, dan Rasulullah SAW tinggal bersamaku sebagai suami istri ketika aku (Siti ‘Aisyah RA) berusia sembilan tahun”. (Kitab Sunan Abu Dawud Buku 41, Nomor 4915; and Nomor 4915; and Nomer 4915).

Diriwayatkan dari ‘Ursa: “Rasulullah SAW bertanya kepada Abu Bakar Siddiq RA mengenai pernikahan Rasulullah SAW dengan ‘Aisyah RA. Abu Bakar RA berkata: ‘Tapi aku adalah saudara mu.’ kemudian Rasulullah SAW bersabda: ‘Kamu memang saudara ku dalam agama Allah dan Kitab-Nya, tapi ia (‘Aisyah RA) adalah halal bagiku untuk kunikahi!”. (Shahih Bukhari. Volume 7. Buku 62. No. 18).

Abu Bakar RA sebenarnya tidak salah karena dalam tradisi bangsa Arab persaudaraan walaupun saudara angkat sama artinya dengan saudara kandung. Demikian juga dengan anak angkat. Adalah tabu mengawini anak saudara angkat atau isteri anak angkat menurut moral bangsa-bangsa Arab pada waktu itu.
Nabi Muhammad SAW sendiri pun menolak saat ditawari untuk menikah dengan putri Hamzah (yang juga adalah saudara angkat sepeti halnya Abu Bakar RA) dengan alasan bahwa putri Hamzah adalah keponakan angkatnya (seperti halnya ‘Aisyah juga adalah keponakan nya)!

.

BEBERAPA HIKMAH YANG BISA DIPETIK DARI POSTINGAN INI!

Sesungguhnya ada banyak hikmah yang bisa dipetik dari postingan ini, di antaranya!:

1] Mencontohkan mengawini anak kecil berusia 6 tahun dan menidurinya pada usia 9 tahun.

Diriwayatkan dari ‘Aisyah RA: Bahwa Nabi saw menikahinya ketika ia berusia enam tahun dan dia melakukan hubungan pernikahan itu ketika ia berusia sembilan tahun. (Hisyam mengatakan: “Saya diberitahu bahwa ‘Aisyah tinggal bersama Rasulullah SAW selama sembilan tahun (yaitu sampai Rasul SAW wafat)”). (Shahih Bukhari).

‘Aisyah ra berkata: “Rasulullah Saw menikah ketika aku berusia enam tahun, dan aku dirawat di rumahnya ketika aku berusia sembilan tahun.” (Shahih Muslim; Bab: Pernikahan; Nomor: 3310).

2] Menyatakan bahwa lezatnya ‘Aisyah RA yang berumur 9 tahun secara fisik, seperti tharid (hidangan roti dan daging), tidak ada bandingannya.

Diriwayatkan dari Abu Musa RA: “Rasul Allah SAW berkata: ‘Banyak di antara pria mencapai (tingkat) kesempurnaan tetapi tidak ada di antara wanita mencapai tingkat ini kecuali Asiyah (istri Fir’aun), dan Maryam (binti ‘Imran). Dan tidak diragukan lagi, keunggulan ‘Aisyah daripada wanita lain adalah seperti keunggulan Tharid (yaitu hidangan daging dan roti) daripada makanan lain’.” (Shahih Bukhari; 623).

3] Menganjurkan untuk mengawini anak-anak perawan yang masih kecil (masih sangat kecil) sehingga bisa meraba-raba mereka dan bermain-main dengan mereka.

NABI MUHAMMAD SAW MENIKAHI 'AISYAH RA KETIKA NABI MUHAMMAD SAW BERUMUR 53 TAHUN, SEDANGKAN 'AISYAH RA BERUMUR 6 TAHUN!
NABI MUHAMMAD SAW MENIKAHI ‘AISYAH RA KETIKA NABI MUHAMMAD SAW BERUMUR 53 TAHUN, SEDANGKAN ‘AISYAH RA BERUMUR 6 TAHUN!
Diriwayatkan dari Jabir bin ‘Abdullah RA, dan dia berkata: “Ketika aku menikah, Rasulullah SAW bersabda kepadaku: ‘Apa tipe wanita yang telah kau nikahi?’ aku menjawab: ‘Aku telah menikahi seorang janda.’ Beliau SAW bersabda: ‘Mengapakah engkau tidak mau menikahi perawan, padahal kau jauh lebih nikmat dengan para perawan dan engkau bisa dengan mudah bermesraan dengannya?’ Rasulullah SAW bersabda lagi: ‘Mengapa kau tidak menikahi seorang gadis kecil sehingga kau bisa bermain-main dengannya dan kau selalu bersamanya?’. (Shahih Bukhari; Bab: Nikah; Nomor: 017).

Menurut hadits-hadits shahih berikut ini, Siti ‘Aisyah RA dinikahi Rasulullah SAW ketika Rasulullah SAW berusia lima puluh dua tahun, sedangkan ‘Aisyah RA berusia enam tahun, namun karena di saat itu ‘Aisyah RA masih terlalu kecil, maka Rasulullah SAW mulai menggaulinya di saat ‘Aisyah berusia sembilan tahun.

‘Aisyah RA (Radhiyallahu ‘Anha = Semoga Allah meridhoinya) berkata: “Rasulullah SAW menikahiku ketika aku berusia tujuh tahun (Dari jalur periwayatan lain, Sulaiman berkata: Atau enam tahun). Dan Beliau SAW melakukan hubungan denganku ketika aku berumur sembilan tahun”. (Sunan Abu Dawud; Jilid 2; Nomor 2116).

Dikisahkan dari ‘Aisyah RA; bahwa Nabi SAW menikahinya ketika ia berusia enam tahun dan dia melakukan hubungan intim pernikahan itu ketika ia berusia sembilan tahun, dan kemudian mereka berdua tetap tinggal bersama-sama selama sembilan tahun (yaitu sampai Rasulullah SAW wafat). (Shahih Bukhari; 64).

Diriwayatkan dari ‘Aisyah ra; bahwa Nabi SAW menikahinya ketika ia berusia enam tahun dan dia melakukan hubungan pernikahan itu ketika ia berusia sembilan tahun. Hisham mengatakan: “Saya diberitahu bahwa ‘Aisyah RA tinggal bersama Rasulullah SAW selama sembilan tahun (yaitu sampai kematiannya). Apa yang kamu ketahui mengenai Al-Qur’an adalah diimani oleh kalbu!”. (Shahih Bukhari Volume 7, Buku 62, Nomor 65).

Diceritakan oleh ‘Ursa: “Rasulullah SAW menulis (kontrak kawin) dengan ‘Aisyah RA ketika ia berusia enam tahun dan melakukan hubungan intim dengannya ketika ia berusia sembilan tahun dan Beliau SAW tinggal dengannya selama sembilan tahun (yaitu sampai tibanya kematian Rasulullah SAW).” Shahih Bukhari Volume 7, Buku 62, Nomor 88).

Dikisahkan oleh Abu Hisyam: “Khadijah RA meninggal tiga tahun sebelum Rasulullah SAW berangkat ke Madinah. Beliau SAW tinggal di sana selama dua tahun atau lebih, dan Beliau SAW menikahi ‘Aisyah RA ketika ‘Aisyah RA berusia enam tahun, dan pernikahannya disempurnakan ketika ia berumur sembilan tahun.” (Shahih Bukhari Volume 5, Buku 58, Numor 236).

Apakah yang dimaksud kalimah “Pernikahannya disempurnakan” itu berarti melakukan hubungan intim (Kikuk-kikuk)? Jawabannya tentu saja, Ya!.

‘Aisyah RA pada usia 9 tahun itu sudah haid, maka hal ini tidak dapat dipastikan kebenarannya karena menurut hadits-hadits yang shahih pada usia tersebut ‘Aisyah RA masih belum haid.
Dari sumber hadist yang sahih, kita bisa melihat bahwa pada usia sembilan tahun saat digauli, Aisyah RA masih belum aqil baligh. Bahkan dari hadits-hadits tersebut pada usia sekitar 14-15 tahun saat perang Khaybar, ‘Aisyah Ra masih belum haid karena masih bermain dengan boneka. Didalam hukum syari’at Islam yang ketat pada zaman Rasulullah SAW, bermain boneka hanya diperbolehkan bagi anak-anak kecil yang belum aqil baligh saja. Jadi kesimpulannya, ‘Aisyah RA belum aqil baligh pada usia sembilan tahun saat digauli, bahkan pada usia 14-15 tahun pun saat perang Khaybar ia belum haid.

Diriwayatkan dari ‘Aisyah RA, ia berkata: “Aku biasa bermain dengan boneka ku di hadapan Rasulullah SAW, dan teman-teman perempuan ku pun selalu bersama-sama bermain boneka denganku. Ketika Rasulullah SAW datang dan masuk (ke tempat tinggal ku), maka mereka (teman-teman perempuan ku) bersembunyi, tetapi Rasulullah SAW memanggil mereka untuk bergabung dan bermain denganku. (Bermain dengan boneka dan sejenisnya itu hukumnya haram, tetapi didalam hal ini ‘Aisyah RA diizinkan sebab ‘Aisyah saat itu masih kecil, dan ia belum mencapai usia pubertas (‘Aqil baligh)).” (Fathul Bari halaman 143; Jilid 13).

.

KESIMPULAN!

Subhanallah!, Mahasuci Allah!, inilah ajaran Islam yang sangat benar, kita sebagai kaum Muslimin diperbolehkan untuk mengawini dan menikahi anak kecil yang masih sangat kecil.

Semoga dari postingan ini kita semua bisa memahami lebih lanjut mengenai keindahan ajaran Islam dan hukum syari’at Islam, Islam memang agama yang indah dan nikmat.

Sungguh banyak bukti-bukti tentang keindahan dan kenikmatan Allah -Tabaraka Wa Ta’ala- kepada ummat Muhammad -’Alayhi Shalatu Wa Salam-, dan salah satunya adalah Muslim laki-laki diperbolehkan untuk selalu menikahi anak kecil yang berumur enam tahun (6 tahun), sebagaimana Nabi Muhammad SAW sang utusan Allah SWT yang telah menikahi ‘Aisyah RA yang di saat itu ‘Aisyah RA masih berusia enam tahun.

Yaa akhi Muslimin, mulai dari detik ini, marilah kita bersama-sama untuk selalu menikahi anak kecil yang berumur enam tahun, itulah salah satu nasihat dari ana kepada Antum sekalian!

Dan puji syukur kita hanya kepada Allah -Ta’ala-, sang Tuhan semesta ‘alam, beserta Shalawat dan Salam semoga dilimpahkan kepada Rasulullah -SAW- dan kepada para anggota keluarga nya dan kepada para shahabat nya dan kepada seluruh ummat nya hingga hari kiamat, dan semoga kita selalu mendapatkan bimbingan dan ridho Allah serta syafa’at dari Rasulullah -SAW-!

Amin!

Wassalam!




Terima kasih telah membaca Artikel Tentang SALAH SATU KENIKMATAN DAN KEINDAHAN ISLAM ADALAH MENGANJURKAN LELAKI UNTUK MENIKAHI ANAK KECIL YANG BERUMUR ENAM TAHUN . Jika Anda ingin Copy Paste Artikel ini, Harap cantumkan Link SALAH SATU KENIKMATAN DAN KEINDAHAN ISLAM ADALAH MENGANJURKAN LELAKI UNTUK MENIKAHI ANAK KECIL YANG BERUMUR ENAM TAHUN sebagai sumbernya.
thumbnail Judul: SALAH SATU KENIKMATAN DAN KEINDAHAN ISLAM ADALAH MENGANJURKAN LELAKI UNTUK MENIKAHI ANAK KECIL YANG BERUMUR ENAM TAHUN
Ditulis Oleh:جمع من الإلهام والحافز الإسلامي
Dtrebitkan Pada :2013-12-10T05:00:00-08:00
Rating: 4.9
Reviewer: 9999 Reviews
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

جمع من الإلهام والحافز الإسلامي.

Designed by Admin | Publisher